Kembali ke Warta Kemanusiaan
Gerakan Kemanusiaan “Ayo Cepat Tolong” Siapkan Relawan Pemulih Trauma Bencana
Serang, Banten — Gerakan Kemanusiaan “Ayo Cepat Tolong” (ACT) Banten telah digelar diskusi dan pelatihan Pertolongan Psikologis Pertama (Psychological First Aid/PFA) pada 29–30 Desember 2025 bertempat di M-Kostel Sindang Sari. Kegiatan ini difokuskan untuk menyiapkan relawan pemulih trauma bencana, khususnya bagi wilayah terdampak di Sumatera.
Sebanyak 35 relawan kemanusiaan mengikuti pelatihan ini, termasuk 15 peserta dari perwakilan pondok pesantren anggota Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten. Mereka dibekali keterampilan dasar pendampingan psikologis guna mendukung proses pemulihan mental penyintas bencana sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas lembaga yang melibatkan LAZ Harfa, LKTB IDI, IDI Banten, BWA, serta dukungan dari Manajemen M-Kostel dan para investor yang memfasilitasi 25 kamar dan aula. Sementara itu, BPBD Provinsi Banten turut berkontribusi dengan penyediaan tenda BPBD di lokasi kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala dan Sekretaris BPBD Provinsi Banten, perwakilan IDI dan LKTB IDI, Ketua dan Anggota Presidium, Direktur LAZ Harfa, perwakilan FSPP, Dekan FKIP Untirta, Dekan Fakultas Kedokteran Untirta, serta Ketua ICMI. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan menyatakan komitmennya untuk menjadi relawan pemulihan mental (mental recovery) dengan bekal ilmu PFA yang telah diperoleh. Gerakan “Ayo Cepat Tolong” diharapkan menjadi model sinergi kemanusiaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pemulihan pascabencana di Indonesia.***
Sebanyak 35 relawan kemanusiaan mengikuti pelatihan ini, termasuk 15 peserta dari perwakilan pondok pesantren anggota Forum Silaturrahim Pondok Pesantren (FSPP) Banten. Mereka dibekali keterampilan dasar pendampingan psikologis guna mendukung proses pemulihan mental penyintas bencana sejak fase tanggap darurat hingga pemulihan awal.
Kegiatan ini merupakan wujud sinergi lintas lembaga yang melibatkan LAZ Harfa, LKTB IDI, IDI Banten, BWA, serta dukungan dari Manajemen M-Kostel dan para investor yang memfasilitasi 25 kamar dan aula. Sementara itu, BPBD Provinsi Banten turut berkontribusi dengan penyediaan tenda BPBD di lokasi kegiatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala dan Sekretaris BPBD Provinsi Banten, perwakilan IDI dan LKTB IDI, Ketua dan Anggota Presidium, Direktur LAZ Harfa, perwakilan FSPP, Dekan FKIP Untirta, Dekan Fakultas Kedokteran Untirta, serta Ketua ICMI. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi bencana.
Para peserta mengikuti pelatihan dengan antusias dan menyatakan komitmennya untuk menjadi relawan pemulihan mental (mental recovery) dengan bekal ilmu PFA yang telah diperoleh. Gerakan “Ayo Cepat Tolong” diharapkan menjadi model sinergi kemanusiaan dalam memperkuat kesiapsiagaan dan pemulihan pascabencana di Indonesia.***